Indonesia mempunyai kekayaan alam dan keindahan yang sangat melimpah. Salah satunya adalah Pulau Kalimantan yang memiliki pesona tersendiri dengan berbagai objek wisata yang menakjubkan dan tak kalah menarik dibandingkan dengan daerah lainnya.
Bagi Anda yang telah merencanakan liburan akhir tahun, Pulau Borneo menawarkan 10 tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga. Berikut adalah daftar lokasi wisata yang wajib Anda kunjungi.
1. Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan yang terkenal berada di desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Pasar yang telah berlangsung sejak abad ke-18 ini terletak di sepanjang pesisir Sungai Martapura.
Pasar Terapung Sungai Martapura, yang kerap dijuluki sebagai pasar terapung, merupakan destinasi favorit para wisatawan untuk menghabiskan waktu.
Tidak hanya karena keunikan pasar terapungnya, tempat ini juga bisa menjadi tempat yang keren untuk berfoto. Selain itu, kalian juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal karena berbelanja di pasar terapung merupakan salah satu tradisi yang masih terjaga hingga saat ini.
Kegiatan jual beli di Pasar Terapung Lok Baintan dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 08.00 pagi.
2. Bukit Kelam

Gunung batu raksasa yang terletak di Kalimantan Barat juga layak untuk dikunjungi. Bukit Kelam yang menjadi ikon tempat wisata di Sintang masih menyimpan berbagai misteri yang menarik hingga saat ini.
Pemandangan Bukit Kelam begitu memukau dengan kehijauan yang menyejukkan. Meskipun disebut sebagai Bukit, sebenarnya Bukit Kelam adalah batu monolit gelap yang diakui sebagai formasi batu monolit terbesar dan tertinggi di dunia, bahkan mengalahkan Ayers Rock di Uluru, Australia. Menurut suara.com dalam kategori gaya hidup, Bukit Kelam memiliki ketinggian mencapai 1.002 mdpl, jauh lebih tinggi dan besar daripada Ayers Rock yang hanya setinggi 862 mdpl.
Bukit Kelam terletak di tengah-tengah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jaraknya sekitar 20 km dari Kota Sintang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Dari Kota Pontianak, Bukit Kelam berjarak sekitar 345 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam.
Terdapat dua pilihan moda transportasi yang dapat dipilih untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama, melalui jalur darat dengan menggunakan bus. Kedua, melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat yang berangkat dari Bandara Supadio Pontianak (PNK) menuju Bandara Sintang (SQG)-Tebelian Airport.
Setiap hari, terdapat layanan penerbangan langsung dari maskapai Wings Air dan Nam Air untuk rute tersebut. Namun, akibat pandemi Covid-19, Bandara Sintang (SQG)-Tebelian Airport sementara ditutup.
Kamu bisa menikmati keindahan kota Sintang dengan melakukan trekking ke Bukit Kelam. Jangan khawatir, trekking di sini sangat nyaman karena telah disediakan tangga yang memudahkan para pendaki. Selain itu, bagi yang suka berfoto, Bukit Kelam juga bisa menjadi latar belakang yang menarik. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?
3. Sungai Kapuas

Masihkah teringat pelajaran geografi? Jika masih, pasti kamu mengingat Sungai Kapuas yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat.
Sungai Kapuas terletak di Kalimantan Barat dengan panjang aliran mencapai 1.143 kilometer, menjadikannya sebagai sungai terpanjang di Indonesia yang memukau.
Sungai Kapuas merupakan destinasi wisata keluarga yang tak boleh dilewatkan di Kalimantan. Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Pontianak dan memiliki banyak peran, termasuk sebagai sarana transportasi yang memudahkan mobilitas warga lokal. Selain itu, kamu juga dapat menikmati keindahan alamnya dengan menyusuri Sungai Kapuas. Jangan lewatkan keseruan yang ditawarkan oleh sungai ini!
4. Taman Nasional Tanjung Puting

Ketika membicarakan tentang destinasi wisata di Pulau Kalimantan, Taman Nasional Tanjung Puting adalah tempat yang tak boleh dilewatkan. Terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, taman nasional ini menjadi simbol dari cagar alam dan suaka margasatwa..
Ketika berkunjung ke sini, kamu akan merasakan keindahan hutan tropis yang khas dari Kalimantan. Selain itu, kamu juga dapat menikmati kehadiran orangutan yang dijaga dengan baik di taman nasional ini. Jangan ketinggalan kesempatan untuk melihat berbagai satwa lainnya seperti beruang, rusa, bekantan, dan kucing liar yang mungkin saja bisa kamu temukan dengan keberuntunganmu.
5. Danau Tahai

Keindahan Danau Tahai yang terletak di Kota Palangkaraya harus menjadi salah satu tujuan wisata keluarga Anda. Objek wisata alam ini menawarkan keindahan danau yang masih alami dan tidak ada duanya. Anda dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan dari tepi danau atau melakukan aktivitas seperti bersepeda, berjalan-jalan, atau sekadar bersantai di tepi pantai. Danau Tahai juga memiliki air yang jernih dan segar, sehingga cocok untuk berenang atau melakukan aktivitas air lainnya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Danau Tahai saat berkunjung ke Kota Palangkaraya.
Bagi kamu yang gemar melakukan kegiatan trekking, kamu dapat menjelajahi Danau Tahai dan mengabadikan momen tersebut. Apabila beruntung, kamu dapat melihat hewan langka uwak-uwak yang mirip dengan kera dan hidup di sekitar Danau Tahai.
6. Goa Haji Mangku atau Goa Biru
Goa Haji Mangku, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Goa Biru, memiliki keindahan yang tak tertandingi.
Danau eksotis dengan air berwarna biru yang masih terjaga keasriannya dapat ditemukan di Pulau Maratua, Kalimantan Timur. Jika kamu ingin menikmati keindahan alam Goa Haji Mangku, kunjungi pulau ini sekarang juga!
Menurut Correcto.com, perjalanan ke Gua Haji Mangku dapat dimulai dari Pulau Maratua yang lebih dekat untuk diakses. Terdapat dua alternatif menuju lokasi Gua Haji Mangku, yaitu melalui jalur darat atau laut.
Sebagai alternatif pertama, pengunjung dapat memilih jalur darat dengan menggunakan kendaraan bermotor dari Pulau Maratua menuju Desa Payung-Payung. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan melakukan trekking ringan yang memakan waktu beberapa jam hingga mencapai lokasi gua yang menakjubkan.
Sebagai opsi kedua, pengunjung dapat memilih untuk menggunakan jalur laut dengan menyewa speed boat atau perahu yang dimiliki oleh nelayan lokal. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 20 menit dari Pulau Maratua. Selama perjalanan, pengunjung akan diantar ke tepi pulau yang berbatu karang (trekking point).
Para pengunjung dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan trekking ringan selama sekitar 10 menit saja untuk mencapai area yang berdekatan dengan bibir Gua Haji Mangku.
Saya, Haji Mangku, secara teknis selalu terbuka selama 24 jam setiap minggunya untuk dikunjungi. Hal ini memberikan keleluasaan bagi para pengunjung untuk mengatur waktu kunjungan mereka sesuai dengan kesempatan yang tersedia.
Meskipun begitu, sebaiknya hindari mengunjungi tempat tersebut saat hari sudah gelap. Selain menghambat pengalaman menikmati panorama yang indah, juga karena minimnya penerangan baik di lokasi maupun di jalur menuju lokasi. Tetap siapkan diri untuk terpesona dengan keindahannya, ya!
7. Pulau Pasir Putih, Kepulauan Derawan
Salah satu destinasi wisata di Kalimantan yang dijuluki sebagai surga tersembunyi di ujung timur Pulau Kalimantan Timur.
Pesona Kepulauan Derawan telah terbukti memikat hati para wisatawan. Di sana, kamu dapat mengeksplorasi beberapa pulau kecil dengan menggunakan kapal, termasuk Pulau Gusung yang terkenal dengan pasir putihnya yang bersih. Bagi kamu yang gemar berfoto, akan banyak spot unik yang bisa kamu temukan di sana.
Pulau Derawan merupakan sebuah gugusan pulau yang terletak di Berau, Kalimantan Timur. Tempat ini menyimpan sejumlah objek wisata bahari yang memukau hati. Namun, destinasi yang paling diminati oleh para wisatawan adalah Taman Bawah Laut yang bahkan telah terkenal hingga mancanegara.
Keindahan alam bawah laut yang memukau dapat memikat hati siapa saja. Dengan gugusan karang yang beraneka ragam dan keunikan biota lautnya, liburan ke pulau eksotis ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tak ada salahnya menjadikan kegiatan ini sebagai agenda wajib selama liburan, terutama jika dilakukan bersama keluarga untuk semakin menambah kesenangan.
Anda dapat mencapai Pulau Derawan melalui dua jalur yang tersedia, yaitu darat dan udara. Untuk jalur darat, perjalanan dapat dimulai dari Tarakan dan dilanjutkan ke Pelabuhan Tengkayu. Kemudian, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Kawasan Pulau dengan menggunakan speed boat yang tersedia.
Untuk opsi transportasi udara, Anda dapat naik pesawat menuju Berau dan melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Pelabuhan Tanjung Batu selama dua hingga tiga jam. Setelah tiba di Tanjung Batu, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menaiki speed boat menuju Pulau Derawan dengan durasi perjalanan sekitar 30 hingga 45 menit.
Walaupun agak melelahkan, perjalanan menuju pulau yang indah ini pasti tidak akan mengecewakan Anda. Pemandangan alam yang masih asli dan laut biru yang luas akan menemani Anda sepanjang perjalanan. Setibanya di pulau, semua kelelahan akan terbayar lunas dan hilang seketika saat Anda menyaksikan keindahannya.
8. Danau Labuan Cermin, Biduk Biduk
Terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terdapat sebuah danau cantik yang menjadi objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing maupun lokal, yaitu Danau Labuan Cermin. Pemandangan di sekitar danau ini sangat menenangkan karena dikelilingi oleh rimbunan pohon dan suasana alam yang asri. Danau ini dinamakan Labuan Cermin karena memiliki permukaan air yang begitu jernih sehingga cahaya matahari dapat memantul di atasnya.
9. Air Terjun Bajuin
Air Terjun Bajuin terletak di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, hanya berjarak sekitar 10 km dari kota Pelaihari.
Air Terjun Bajuin sangat memukau, terletak di puncak gunung yang masih dikelilingi oleh pepohonan yang lebat, memberikan kesegaran dan pemandangan alam yang luar biasa indah.
Untuk mencapai objek wisata ini, dapat menggunakan mobil atau sepeda motor. Di Obyek Wisata Bajuin terdapat tiga air terjun yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. Air terjun pertama berjarak 750 meter, air terjun kedua berjarak 1200 meter, dan air terjun ketiga berjarak 1800 meter dari Terminal. Selain dilengkapi dengan fasilitas WC, tempat istirahat, warung, dan musholla, terdapat juga silter untuk bersantai.
10. Long Bawan

Long Bawan, sebuah daerah pegunungan yang terletak di Desa Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Desa tersembunyi ini hanya dapat dijangkau melalui jalur udara karena tidak ada akses jalur darat. Terletak di balik gunung-gunung di tengah hutan Kalimantan, desa ini menawarkan udara sejuk dan dingin yang menyegarkan.
Di tempat ini, para pengunjung dapat menjelajahi hutan, mengeksplorasi keanekaragaman flora dan fauna, menikmati keindahan pemandangan sawah dan peternakan kerbau. Yang lebih istimewa, para pengunjung juga dapat menikmati tarian parisanan dan bari tubing yang dipersembahkan oleh suku Dayak Lundaye yang mendiami desa tersebut.
Menurut sumber dari Kemenparekraf.go.id, Tanah Long Bawan dikenal sebagai daerah yang sangat subur. Warga setempat mengelola ladang mereka dengan menggunakan sistem organik yang menghasilkan produk berkualitas tinggi, seperti beras Adan Krayan..
Beras ini menjadi favorit Sultan Hasanah Bolkiah dan banyak diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Indonesia juga memiliki penghasil garam gunung terbaik yang dapat ditemukan di tempat pengolahan garam gunung melalui akun Instagram @krayan_indonesia.
Apel dan garam gunung merupakan dua jenis budidaya yang tak kalah berkualitas di Long Bawan. Kelompok tani setempat mengembangkan budidaya apel karena tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah tersebut. Sementara itu, garam gunung dihasilkan dari sumur air yang memiliki rasa asin yang khas. Hasilnya adalah garam super berkualitas dengan kandungan yodium yang tinggi dalam kemasan yang menarik.
Garam ini tidak akan mengubah warna sayuran ketika dimasak bersama. Selain pertanian, Desa Long Bawan juga memiliki situs Kuburan Batu dan Batu Ukir yang menjadi tujuan wisata sejarah yang menarik.
Pengunjung dapat menemukan situs kuburan batu yang masih asli dengan ketinggian satu hingga dua meter. Dahulu, lokasi kuburan batu ini sering dijadikan tempat suku Dayak Lundayeh untuk merayakan pesta.
Secara tradisional, setelah memenangkan perang antardesa, mereka akan merayakan dengan mengadakan pesta adat dan menikmati daging. Pesta tersebut dapat berlangsung selama beberapa hari. Selain itu, terdapat pula batu ukir yang menggambarkan pahlawan Dayak Lundayeh. Sampai saat ini, situs-situs bersejarah di Long Bawan masih terjaga dengan baik. (Sumber-sumber yang berbeda).





